Senin, 14 Mei 2012

 Angka Pengangguran di Kalteng Bulan Februari 31.415 Orang
 
Berkas data diri para pencari kerja bertumpuk di salah satu perusahaan yang ambil bagian dalam Festival Nyari Kerja di Pusat Perbelanjaan Blok M Square, Jakarta Selatan, yang berlangsung pada Selasa (13/3) hingga Rabu (14/3) ini. Pengangguran masih menjadi masalah di Indonesia.


PALANGKARAYA — Jumlah angka pengangguran di Provinsi Kalimantan Tengah pada Februari 2012 mencapai 31.415 orang atau 2,71 persen dari total angkatan kerja 1.157.988 orang.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng Panusunan Siregar di Palangkaraya, Minggu (13/5/2012), mengatakan, tingkat angka pengangguran terbuka pada Februari secara umum cenderung menurun menjadi 3,66 persen pada 2011 dari 3,88 persen pada 2010.
"Persentase pengangguran sesuai pendidikan pada sebagian besar jenjang SMK dan SD ke bawah mengalami kenaikan," katanya, Minggu.
Angka pengangguran tingkat SD dan SMA menempati posisi tertinggi, yakni sebesar 42,19 persen dan 25,45 persen. Angka pengangguran tingkat pendidikan diploma mengalami penurunan, dari 12,83 persen pada Februari 2011 menjadi 1,95 persen pada Februari 2012.
Jumlah angka pengangguran pada Februari 2012 mengalami penurunan sebesar 10.180 orang, kalau dibanding keadaan Februari 2011 dan mengalami kenaikan 2.529 orang dibanding Agustus 2011.
Peningkatan jumlah tenaga kerja serta penurunan angka pengangguran telah menaikkan tingkat partisipasi angkatan kerja selama periode satu tahun terakhir.
Keadaan ketenagakerjaan di Kalteng pada triwulan I-2012 menunjukkan adanya sedikit perbaikan, yang digambarkan dengan adanya peningkatan kelompok penduduk yang bekerja serta penurunan tingkat pengangguran.
Jumlah angkatan kerja pada Februari 2012 mencapai 1.157.988 orang, naik sebesar 23.401 orang dibanding keadaan Agustus 2011 dan naik 22.073 orang jika dibanding Februari 2011.
Penduduk yang bekerja pada Februari 2012 bertambah 20.872 orang dibanding Agustus 2011 dan bertambah 32.253 orang dibanding setahun yang lalu.
Selama setahun terakhir dari Februari 2011-Februari 2012, hampir seluruh sektor mengalami kenaikan jumlah pekerja, kecuali sektor pertanian dan industri yang mengalami penurunan masing-masing sebesar 17.141 orang atau 2,77 persen dan 4.750 orang atau 14,37 persen.
Sektor pertanian masih menjadi penampung tenaga kerja terbesar, yakni 602.258 tenaga kerja atau 53,46 persen, jasa kemasyarakatan 15,03 persen, dan perdagangan 13,31 persen. Sedangkan kontribusi sektor lainnya masih di bawah 10 persen.
Komposisi jumlah orang yang bekerja menurut jam kerja per minggu tidak mengalami perubahan berarti dari waktu ke waktu, kecuali di bawah delapan jam seminggu.
Pada Februari 2012, pekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari delapan jam per minggu porsinya relatif kecil, yakni 10.380 orang atau 0,92 persen dari total penduduk yang bekerja sebesar 1.126.573 orang.
Sementara itu, penduduk yang dianggap sebagai pekerja penuh waktu, yakni pekerja pada kelompok 35 jam ke atas, jumlahnya mencapai 792.396 orang atau 70,34 persen.

Minggu, 13 Mei 2012

Hujan dan Angin Kencang Landa Pontianak
 
 hujan disertai angin kencang
PONTIANAK  - Hujan dan angin kencang melanda Kota Pontianak, Kalimantan Barat dan sekitarnya, Minggu (13/5/2012) sore. Akibatnya, genangan terjadi di sejumlah ruas jalan.
Genangan air terpantau di beberapa tempat seperti perempatan Jalan Ahmad Dahlan - Jalan Sultan Abdurrahman, dan Jalan Wolter Monginsidi.
Genangan air terpantau di beberapa tempat seperti perempatan Jalan Ahmad Dahlan - Jalan Sultan Abdurrahman, dan Jalan Wolter Monginsidi.
Hujan deras dan angin kencang juga mematahkan dahan-dahan pohon di sejumlah ruas jalan. Beberapa baliho juga tumbang dan sobek.         
Ini adalah hujan hari kedua setelah hampir tiga pekan tidak turun hujan di Kota Pontianak. Hujan lebat di daratan ini kemungkinan akan memicu gelombang di perairan Kalbar seperti yang diperkirakan oleh Stasiun Meteorologi Maritim Kelas IV Pontianak.         
Dalam empat hari ke depan, gelombang di perairan Kalbar dan Laut China Selatan serta sekitarnya diperkirakan akan naik. Di Perairan Kalbar, gelombang diprediksi akan mencapai 1,2 meter, sedangkan di Laut China Selatan mencapai dua meter. 

Sabtu, 12 Mei 2012

 Solidaritas Pewarta Gelar Doa untuk Jurnalis Korban Sukhoi
 
 Pencarian pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Sukabumi
PONTIANAK — Puluhan jurnalis yang tergabung dalam Solidaritas Pewarta Indonesia Kalimantan Barat menggelar doa bersama bagi jurnalis dan penumpang Sukhoi Superjet 100 yang mengalami kecelakaan di Gunung Salak. Ini merupakan bentuk dukungan moral untuk keluarga korban kecelakaan pesawat itu.

Ketua Solidaritas Pewarta Indonesia Kalimantan Barat Adi Saputro mengatakan, doa bersama pada Jumat malam di kantor perwakilan Trans TV itu sekaligus untuk merefleksikan profesi wartawan yang sering bersinggungan dengan bahaya.

"Kami tetap berharap ada korban yang bisa selamat dari musibah itu walaupun kemungkinannya kecil. Semoga keluarga korban bisa menerima musibah ini," kata Adi, Sabtu (12/5/2012) di Pontianak.

Tercatat lima jurnalis yang ikut dalam penerbangan itu, yakni dua dari Trans TV, dua dari Majalah Angkasa, dan satu dari Bloomberg.

Jumat, 11 Mei 2012

 Kalimantan Hanya Dapat Alokasi BBM 7 Persen
 
 Ilustrasi: Antrean panjang kendaraan bermotor terlihat di salah satu SPBU di Palangkaraya, Kalimantan Tengah
SUNGAI RAYA — Pulau Kalimantan dengan empat provinsi ternyata hanya mendapat alokasi bahan bakar minyak bersubsidi 7 persen dari total alokasi BBM bersubsidi secara nasional 42 juta kiloliter.

Pemerintah daerah mengusulkan supaya alokasi BBM bersubsidi ditambah karena terlalu sedikit. Demikian diungkapkan Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Christiandy Sanjaya, Jumat (11/5/2012), di Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan Pontianak.

Christiandy menyatakan hal itu di hadapan Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo yang mengadakan kunjungan kerja ke Kalbar.

"Dampak dari alokasi BBM bersubsidi itu, nelayan sulit mendapatkannya, bahkan kadang-kadang sama sekali tidak mendapatkan sama sekali," kata Christiandy. Keempat provinsi itu, yakni  Kalbar, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur, sedang mengusulkan kepada pemerintah pusat supaya menambah alokasi BBM bersubsidi.

Kamis, 10 Mei 2012

Lagi Berduaan, Pengguna Narkoba Ditangkap
 
 Teman Tapi Mesra menjadi pilihan hidup individu yang didasari atas kesiapan menerima konsekuensi.
PONTIANAK- Jajaran Kepolisian Resor Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (10/5/2012) dinihari, menangkap dua pengguna narkoba saat berselingkuh. Kedua pengguna yang ditangkap itu diketahui bukan sepasang suami istri.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Pontianak Komisaris Puji prayitno mengatakan, kedua tersangka yang ditangkap itu adalah RG dan AJ. "Keduanya ditangkap saat berduaan di rumah AJ di Kompleks Purnama Anggrek, Pontianak Selatan," kata Puji.

Kedua tersangka beserta barang bukti narkoba diserahkan ke Unit Narkoba untuk proses hukum lebih lanjut.
Penangkapan bermula ketika ada informasi bahwa kedua tersangka berada dalam satu rumah padahal mereka bukan suami istri pada Rabu malam.

Rabu, 09 Mei 2012

Hulu Sungai Belum Bersih BBM Eceran
 
Untuk menghindari antrean yang panjang, seorang warga lebih memilih membeli bensin eceran yang letaknya tak jauh dari SPBU Jl. Tjilik Riwut Km.6, Kota Palangkaraya, KalimantanTengah, Sabtu (21/5/2011). Antrean panjang kendaraan yang hendak mengisi bahan bakar, telah menjadi pemandangan yang lumrah di hampir setiap SPBU di Kalimantan Tengah. 
BANJARBARU- Sejumlah daerah di wilayah Hulu Sungai, Kalimantan Selatan, belum bersih dari pelangsir atau pedagang eceran yang membeli bahan bakar dalam jumlah besar untuk dijual kembali.
Keberadaan mereka cukup mengganggu konsumen umum yang membeli bahan bakar di stasiun pengisian bahan bakar umum.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalsel, Hermansyah Manap, Rabu (9/5/2012) pagi, menuturkan, keberadaan para pelangsir bisa menimbulkan kerawanan. Gesekan bisa terjadi antara mereka dan konsumen umum.
"Menurut laporan yang kami terima pelangsir masih ada. Mereka masih bisa bolak-balik menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat," ujar Hermansyah.
Apalagi, lanjut dia, di Kabupaten Hulu Sungai Utara sebentar lagi dilakukan pemilihan kepala daerah. Dikhawatirkan masalah ini dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk menyulut persoalan di tingkat lokal.

Selasa, 08 Mei 2012

Antisipasi Flu Burung, Kalbar Tak Cabut Larangan Unggas Masuk
 ILUSTRASI
PONTIANAK - Provinsi Kalimantan Barat melarang masuknya unggas dari luar daerah sejak tahun 2008. Kendati sudah berlangsung empat tahun, larangan belum dicabut untuk mengantisipasi penyebaran flu burung.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalimantan Barat Abdul Manaf Mustafa, Selasa (8/5/2012) mengatakan, larangan belum dicabut karena virus flu burung masih terus mengancam.
"Beberapa kali Balai Karantina menemukan unggas yang masuk ke Kalbar dibawa penumpang Kalbar. Namun, masih banyak pelabuhan rakyat lain sehingga masih ada unggas masuk dalam jumlah kecil karena sulit terawasi," kata Manaf.
Pascamasuknya unggas melalui pelabuhan rakyat atau dibawa penumpang kapal, ada beberapa wilayah yang terserang flu burung. Manaf mengatakan, pengawasan di pelabuhan rakyat dan Pelabuhan Pontianak harus diperketat.